Langkah Langkah Metode Ilmiah Terlengkap Dalam Aneka Macam Perkara (Rekomendasi)
Langkah Langkah Metode Ilmiah – Metode ilmiah dengan penelitian ilmiah memang terkesan mempunyai pengertian yang sama, padahal ada yang membedakan diantara keduanya. Perlu anda ketahui bahwa setiap penelitian ilmiah harus menerapkan metode ilmiah. Namun dalam setiap metode ilmiah belum tentu ada unsur penelitian ilmiahnya.
Dalam artian bahwa setiap prinsip yang diterapkan dalam metode ilmiah terdapat pula unsur penelitian ilmiah. Perbedaan keduanya terletak pada rumusan kasus dan cara kerja pemecahan masalahnya.
Daftar Isi Artikel
- Langkah Langkah Metode Ilmiah
- 1. Mengidentifikasi serta Merumuskan Masalah
- 2. Melaksanakan Studi Pendahuluan
- 3. Membuat Hipotesis
- 4. Mengidentifikasi Variabel serta Definisi Operasional Variabel
- 5. Menentukan Rancangan Penelitian
- 6. Menentukan serta Mengembangkan Instrumen Penelitian
- 7. Menentukan Subjek Penelitian
- 8. Melaksanakan Penelitian
- 9. Melakukan Analisis Data
- 10. Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan
- 11. Menyusun Laporan Penelitian dan Desiminasi
- Langkah-Langkah Metode Ilmiah Sejarah
- 3. Langkah-Langkah Metode Ilmiah Geografi
- Langkah Langkah Metode Ilmiah Biologi
- Langkah Langkah Metode Ilmiah Hukum
- Langkah Langkah Metode Ilmiah Kepustakaan
- Langkah Langkah Metode Ilmiah Survei
Langkah Langkah Metode Ilmiah

Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode penelitian ilmiah ialah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi serta Merumuskan Masalah
Proses identifikasi sangat penting dalam penelitian ilmiah, ini dikarenakan semoga rumusan kasus menjadi lebih tajam alasannya ialah dipakai sebagai data awal dalam suatu penelitian. Identifikasi sendiri harus diubahsuaikan dengan latar belakang masalah, sesuai dengan fakta dan data yang ada di lapangan.
2. Melaksanakan Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan sangat perlu dilakukan dalam penelitian ilmiah. Studi pendahuluan sanggup dilakukan dengan cara memahami dan menelusuri kajian pustaka sebagai materi penyusun landasan teori yang dibutuhkan guna menyusun hipotesis ataupun pembagian terstruktur mengenai dalam hasil penelitian. Karena elok tidaknya sebuah penelitian apabila didasarkan pada landasan teori yang relevan dan kukuh.
3. Membuat Hipotesis
Dengan adanya hipotesis, maka penelitian yang dilakukan akan lebih terarah dan fokus pada kasus yang diambil. Selain itu seorang peneliti tidak lagi berurusan dengan data yang tidak dibutuhkan, alasannya ialah data yang diambil akan fokus pada hipotesis yang telah dirumuskan.
Hipotesis sangat berkaitan dengan anggapan dasar yang merupakan kesimpulan yang mempunyai kebenaran mutlak. Sehingga apabila pembaca membaca anggapan dasar, tidak akan lagi mewaspadai kebenarannya.
4. Mengidentifikasi Variabel serta Definisi Operasional Variabel
Variabel sangat diharapkan supaya kasus yang diambil menjadi lebih terang juga terukur. Untuk itu perlu definisi operasional variabel yang sesuai dengan maksud maupun tujuan penelitian.
5. Menentukan Rancangan Penelitian
Rancangan atau desain penelitian ialah mekanisme maupun langkah yang diterapkan dalam penelitian sebagai aliran dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi yang bersangkutan. Untuk menandakan kebenaran penelitian yang dilakukan, maka rancangan penelitian sanggup dilakukan secara berulang.
6. Menentukan serta Mengembangkan Instrumen Penelitian
Alat yang dipakai oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian disebut instrumen penelitian. Pemilihan instrumen penelitian yang dipilih sanggup diubahsuaikan dengan jenis dan tujuan penelitian yang dilakukan.
7. Menentukan Subjek Penelitian
Subjek penelitian merupakan orang yang berperan serta terlibat dalam penelitian sebagai sumber data. Umumnya subjek penelitian berkaitan dengan populasi serta sampel penelitian.
8. Melaksanakan Penelitian
Merupakan tahap pengumpulan data yang sesuai dengan desain maupun rancangan penelitian yang sudah ditentukan.
9. Melakukan Analisis Data
Sebelum dilakukan analisis, semua data yang terkumpul tidak akan mempunyai kiprah apapun.
10. Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan
Sesuai hasil analisis data yang sudah dilakukan, ketika melaksanakan pembahasan berarti peneliti melaksanakan interpretasi serta melaksanakan diskusi hasil penelitian. Dalam melaksanakan pembahasan harus sesuai dengan teori yang ada.
11. Menyusun Laporan Penelitian dan Desiminasi
Langkah terakhir dalam melaksanakan penelitian ialah menyusun laporan dan desiminasi hasil penelitian.
Langkah-Langkah Metode Ilmiah Sejarah

Dalam perkembangannya alasannya ialah sejarah merupakan salah satu ilmu pengetahuan, maka harus dilakukan melalui sebuah penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Heuristik
Heuristik berasal dari bahasa Yunani dari kata heurishein yang berarti menemukan atau memperoleh. Sehingga seorang sejarawan harus berusaha mengumpulkan sumber-sumber sejarah ketika sedang melaksanakan penelitian. Sumber sejarah yang dimaksud sanggup berupa jejak-jejak sejarah.
Karena jejak sejarah sangat beragam, maka seorang peneliti harus memahami topik penelitian terlebih dahulu.
2. Verifikasi maupun Kritik Sumber
Verifikasi dilakukan sehabis seluruh sumber sejarah terkumpul untuk diuji terkait keaslian juga kredibilitasnya.
3. Interpretasi atau Penafsiran
Dalam penelitian sejarah interpretasi ialah penafsiran kembali pada suatu insiden sejarah yang nantinya sanggup menawarkan pandangan maupun pendapat teoritis ilmiah. Dapat dilakukan dengan cara menganalisis beberapa fakta yang diperoleh dari sumber sejarah yang sudah diverifikasi sehingga didapat relasi antara fakta yang satu dengan yang lainnya.
4. Historiografi
Merupakan puncak dari penelitian sejarah, di mana seorang peneliti ataupun sejarawan sanggup menyusun dongeng sejarah sesuai dengan keilmuan yang ada. Dalam penyusunan dongeng sejarah ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan menyerupai kronologis, penafsiran, penulisan serta sumber yang digunakan.
3. Langkah-Langkah Metode Ilmiah Geografi

1. Merumuskan Pertanyaan
Pertanyaan sanggup dikatakan berkualitas apabila ada data maupun informasi untuk menjawab, data sanggup diperoleh dari metode ilmiah, terpenuhinya syarat orisinalitas, adanya manfaat teoritik untuk ilmu pengetahuan, memuat warta hangat, diharapkan pemecahan segera namun masyarakat luas belum mengetahui jawabannya. Mengajukan masalah.
2. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Data harus diperoleh untuk kemudian diolah sesuai dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data di lapangan yang nantinya dipakai untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian. Sedangkan mengolah data merupakan proses manipulasi data dalam bentuk yang lebih informative.
3. Analisis Data Penelitian Geografis
Merupakan suatu proses penyelidikan terhadap fenomena guna mengetahui keadaan yang sebenarnya. Ada empat macam bentuk analisis data yaitu:
a. Analisis kualitatif, mengarah pada penggambaran fenomena geosfer.
b. Analisis Kuantitatif, pemecahan kasus dengan tiga metode menyerupai analisis keruangan, analisis ekologi, serta analisis kompleks wilayah.
c. Analisis Penginderaan Jauh, bermanfaat untuk sanggup melihat citra bentuk permukaan bumiserta informasi-informasi terkait aneka objek yang berada di dalamnya.
d. Analisis SIG (Sistem Informasi Geografis), merupakan sistem analisis dari aneka macam data geografi yang berbasis computer. Bermanfaat untuk memperlihatkan lokasi hasil penelitian yang dilakukan.
4. Membuat Laporan Penelitian
Setelah analisis data selesai, maka langkah selanjutnya yaitu menciptakan laporan penelitian yang terbagi atas beberapa bab utama yaitu: pembuka, bab isi, dan epilog yang terdiri atas Bab V Simpulan dan Saran, Daftar Pustaka, serta Lampiran.
Langkah Langkah Metode Ilmiah Biologi

Urutan metode penelitian dalam biologi yang perlu anda ketahui yaitu sebagai berikut:
1. Melaksanakan Observasi
Merupakan pengamatan lingkungan untuk menentukan objek paling sempurna untuk penelitian. Observasi menurut pelaksanaannya dibagi dalam dua bentuk yaitu:
a. Observasi partisipasi, yaitu peneliti ikut aktif berpartisipasi dalam acara yang sedang diamati. Berdasarkan keterlibatan pengamat, acara pengamat (observer) dibedakan menjadi partisipasi sebagian dan partisipasi penuh.
b. Observasi nonpartisipasi, yaitu observer (pengamat) tidak melibatkan diri dalam objek.
2. Merumuskan Masalah
Masalah yang akan anda teliti sebaiknya harus mempunyai batasan yang jelas. Masalah yang diajukan sanggup berupa pertanyaan apa, mengapa, ataupun bagaimana yang terkait dengan objek yang akan diteliti. Masalah yang diajukan sebaiknya harus spesifik supaya gampang dalam melaksanakan penelitian serta dalam pengontrolan.
3. Mengumpulkan Data
Setelah rumusan kasus di dapatkan, selanjutnya anda sanggup mengumpulkan data maupun keterangan yang sanggup dilakukan dengan cara pengamatan eksklusif atau studi kepustakaan (membaca buku atau sumber hasil penelitian sebelumnya).
4. Merumuskan Hipotesis
Suatu wangsit atau dugaan sementara terkait penyelesaian kasus yang telah diajukan dalam suatu penelitian sering disebut dengan hipotesis. Hipotesis dinyatakan sebelum penelitian dilakukan, alasannya ialah kebenaran hipotesis perlu diteliti lebih lanjut dalam suatu penelitian.
5. Melakukan Penelitian atau Eksperimen
Eksperimen merupakan suatu percobaan yang dilakukan guna menguji kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan. Sebelum dilakukan eksperimen harus direncanakan terlebih dahulu. Pelaksanaan eksperimen merupakan proses penelitian yang menghasilkan data yang akan dianalisis untuk selanjutnya dibuktikan terkait kebenarannya.
6. Mengolah dan menganalisis Data
Data yang anda peroleh sanggup berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Untuk mendapatkan data yang akurat anda harus memakai alat ukur yang sempurna dan sesuai standar. Data yang sudah anda dapatkan kemudian dianalisis, ditafsirkan, serta apabila diharapkan diuji secara statistik sebagai dasar dalam menolak maupun mendapatkan hipotesis yang telah diajukan.
7. Menarik Kesimpulan
Kesimpulan didapat dari data yang telah dianalisis serta diuji untuk sanggup mendapatkan atau menolak hipotesis yang ada. Apabila data yang dikumpulkan sesuai pernyataan dalam hipotesis maka hipotesis dianggap diterima. Namun apabila data yang diperoleh tidak mendukung hipotesis maka hipotesis yang telah diajukan ditolak.
8. Mempublikasikan Hasil
Mempublikasikan merupakan menginformasikan kepada khalayak ramai dari hasil penelitian yang sudah dilakukan supaya orang lain mengetahui atau mengujinya kembali. Publikasi hasil sanggup dilakukan dengan menyusun laporan hasil penelitian, menerbitkan dalam jurnal penelitian, maupun Koran sekolah.
Langkah Langkah Metode Ilmiah Hukum

Anda harus menempuh beberapa langkah dalam melaksanakan penelitian aturan seperti:
1. Melakukan Identifikasi Hukum serta Menetapkan Isu Hukum
Penelitian aturan yang dilakukan dalam praktik aturan sanggup menghasilkan argumentasi hukum.
2. Mengumpulkan Bahan-Bahan Hukum
Ketika warta aturan ditetapkan, selanjutnya seorang peneliti melaksanakan penelusuran guna mencari bahan-bahan aturan yang sesuai terhadap warta yang ada. Dalam memisahkan suatu warta hukum, peneliti harus menelusuri sekian banyak sebagai produk zaman belanda.
3. Telaah atas Isu Hukum
Untuk menjawab warta hukum, penelitian perlu merujuk pada ketentuan aturan perjanjian Indonesia.
4. Menarik Kesimpulan yang Menjawab Isu Hukum
Penelitian aturan dilakukan bukan untuk menguji hipotesis. Kesimpulan yang sanggup ditarik dari suatu penelitian aturan tidak ada kaitannya dengan diterima maupun ditolaknya suatu hipotesis.
Langkah Langkah Metode Ilmiah Kepustakaan

Menurut Soerjono Soekanto langkah-langkah metode penelitian kepustakaan ialah sebagai berikut:
1. Langkah Pertama
Seorang peneliti harus mempelajari ketentuan atau peraturan yang sanggup dipakai oleh perpustakaan di mana penelitian sedang dilakukan. Dengan mengetahui aturan tersebut, maka seorang peneliti akan sanggup terhindar dari hal-hal tidak diinginkan seperti:
a. Meminjam materi pustaka yang lebih dari jumlah yang sanggup dipinjam
b. Dikenakan denda apabila meminjam materi pustaka melewati waktu yang ditentukan
c. Datang ke perpustakaan justru ketika pada waktu perpustakaan sudah tutup dan seterusnya.
2. Langkah Kedua
Seorang peneliti harus mengetahui sistem pelayanan perpustakaan yang ada. Dalam sistem pelayanan perpustakaan dibedakan paling sedikit dalam dua jenis pelayanan seperti:
a. Sistem Pelayanan Terbuka
Perpustakaan dengan sistem pelayanan terbuka tidak melarang para pemakainya untuk mencari sendiri materi pustaka yang diinginkan dan diharapkan pada kawasan koleksi disimpan.
b. Sistem Pelayanan Tertutup
Perpustakaan dengan sistem pelayanan tertutup, para pemakai perpustakaan tidak sanggup mencari sendiri materi pustaka yang dibutuhkan. Hal ini dikarenakan ruang koleksi yang tertutup untuk orang selain petugas perpustakaan. Untuk mendapatkan materi pustaka yang diinginkan sanggup didapat dengan pertolongan petugas.
3. Langkah Ketiga
Seorang peneliti harus mengetahui bentuk serta jenis materi pustaka yang dimiliki perpustakaan yang bersangkutan. Pada perpustakaan yang cukup maju dan berkembang biasanya mempunyai koleksi yang cukup lengkap. Tidak hanya buku dan majalah namun sebagian koleksinya berupa bahan-bahan pandang dengar. Jenis perpustakaan akan besar lengan berkuasa pada jenis materi pustaka yang dikoleksi.
4. Langkah Keempat
Seorang peneliti juga harus menilik apakah materi pustaka yang diharapkan dan diinginkan ada dalam koleksi perpustakaan yang bersangkutan. Hal demikian sanggup dilakukan dengan cara memakai suatu alat penelusuran yang disebut katalog.
5. Langkah Kelima
Dalam tahap ini peneliti harus mencari informasi yang diharapkan melalui katalog. Hal tersebut sanggup dilakukan melalui tiga cara yaitu:
a. Menggunakan kartu pengarang atau penulis, cara ini dilakukan apabila peneliti sudah mengetahui dengan niscaya nama pengarang maupun penulis dari materi pustaka yang dicarinya.
b. Menggunakan kartu judul, hal ini sanggup dilakukan apabila peneliti tidak mengetahui dengan niscaya nama pengarang ataupun penulis, akan tetapi hanya mengetahui judul yang dicarinya saja.
c. Menggunakan kartu subjek, subjek merupakan pokok bahasan atau bidang ilmu yang menjadi isi dari suatu bahan.
6. Langkah Keenam
Dalam langkah ini sangat berkaitan dengan pembuatan catatan. Setelah seorang peneliti memperoleh informasi yang diharapkan selanjutnya menciptakan catatan-catatan terkait sesuatu yang dianggap penting dan mempunyai kegunaan untuk penelitian yang sedang dilakukan.
Langkah Langkah Metode Ilmiah Survei

Secara umum penelitian survei dilakukan dalam beberapa tahap seperti:
1. Menentukan Masalah Penelitian
Masalah penelitian merupakan konseptualisasi (pemakaian konsep) pada sebuah fenomena maupun tanda-tanda sosial yang akan diteliti. Itu berarti semua kasus tidak sanggup dikatakan sebagai kasus sosial. Adanya kasus sangat penting dalam sebuah penelitian alasannya ialah setiap penelitian berawal dari adanya masalah.
2. Membuat Desain Penelitian Survei
Desain penelitian merupakan konseptualisasi pada sebuah fenomena maupun tanda-tanda sosial yang akan diturunkan menjadi variabel-variabel penelitian hingga pada tingkat indikator. Tahapan dalam menciptakan desain penelitian mencakup teori, konsep, variabel, dimensi, indikator, skala atau pengukuran, dan pertanyaan.
3. Mengembangkan Instrumen Survei
Penelitian dalam tahap ini dilakukan dengan menyebarkan instrumen penelitian dari matriks menjadi daftar pertanyaan.
4. Menentukan Sampel
Menentukan sampel berarti menentukan teknik juga metode yang akan dipakai untuk memperoleh sampel yang didasarkan pada keadaan serta kebutuhan data penelitian.
5. Melakukan Pre Test
Tujuan dilakukannya pre test ialah untuk mengetahui apakah ada beberapa pertanyaan yang perlu dihilangkan maupun ditambah.
6. Mengumpulkan Data
Data sanggup diperoleh dari beberapa teknik pengumpulan data, sanggup diperoleh dengan cara studi literatur maupun observasi langsung.
7. Memeriksa Data
Dalam penellitian survei, sehabis mencari data, maka perlu dilakukan investigasi data guna mengetahui data yang diperoleh layak atau tidak.
8. Mengkode Data
Pada tahap pemberian kode, seorang peneliti harus ingat pada prinsip pengukuran maupun skala pengukuran.
9. Data Entry
Tahap selanjutnya dalam penelitian survei ialah memasukkan data dalam jadwal computer.
10. Pengolahan serta Analisis Data
Untuk sanggup menjawab pertanyaan yang diajukan maka seorang peneliti harus sanggup mengolah dan menganalisis data dengan tepat.
11. Interpretasi Data
Dasar dari pembuatan kesimpulan ialah interpretasi data.
12. Membuat Kesimpulan dan Rekomendasi
Kesimpulan yang diambil harus sesuai dan bersandar pada hasil analisis data dan interpretasi data.
Setelah mengetahui aneka macam langkah dalam suatu penelitian, akan memudahkan anda untuk menuntaskan kasus terkait penelitian yang sedang anda hadapi. Apabila dalam melaksanakan penelitian ternyata anda mengalami kesulitan, maka anda sanggup berkonsultasi pada tentor anda.
Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih
Komentar
Posting Komentar