7+ Pola Teks Drama Singkat Dalam Banyak Sekali Tema (Lengkap)
Contoh Teks Drama – Pementasan drama baik di TV ataupun teater selalu menggunakan panduan berupa teks drama. Melalui skrip ini, para pemain drama berusaha untuk mengikuti alur kisah dan menjiwai karakter yang ia mainkan. Alur kisah juga dituangkan secara mengalir melalui teks drama. Ada banyak sekali pola teks drama yang sanggup dijadikan sebagai referensi, terutama bagi yang sedang berlatih menulis.
Daftar Isi Artikel
- Pengertian Drama
- Unsur-Unsur di dalam Drama
- Ciri-Ciri Teks Drama
- Contoh Teks Drama Eksposisi
- Contoh Teks Drama Monolog
- Contoh Teks Drama Modern
- Contoh Teks Drama Singkat 4 Orang
- Contoh Teks Drama Tradisional
- Contoh Teks Drama Singkat
- Contoh Teks Drama Satu Babak
- Contoh Teks Drama Dua Orang
- Contoh Teks Drama Epilog
Pengertian Drama

Drama yaitu sebuah karya sastra yang ditulis dalam bentuk percakapan, dialog, atau obrolan yang nantinya akan dipentaskan atau dipertunjukkan di depan banyak orang. Drama biasa juga disebut teater. Teks drama yaitu sebuah naskah mengenai jalan kisah sebuah drama yang disiapkan dalam bentuk perbincangan atau obrolan dan gerakan sebagai pedoman pementasan drama. Drama biasanya memberikan suatu pesan kepada penontonnya.
Unsur-Unsur di dalam Drama

Untuk sanggup memenuhi syarat sebagai sebuah drama yang baik, drama harus memenuhi syarat unsur-unsur drama yaitu sebagai berikut:
a. Memiliki tema, yaitu inspirasi pokok atau sebuah gagasan yang dipakai dalam drama. Tanpa tema, maka drama tidak akan berjalan dengan baik.
b. Memiliki alur, yaitu jalan kisah drama semenjak mulai hingga drama berakhir. Baik itu alur maju, mundur, maupun alur campuran.
c. Tokoh yang terdiri dari tokoh utama (protagonis dan antagonis) serta tokoh pendukung.
d. Watak yaitu sikap yang diperankan oleh para tokoh dalam drama. Watak terdiri dari 2 jenis yaitu protagonist dan antagonis.
e. Latar yaitu citra tempat, waktu, dan kondisi yang terjadi dalam kisah drama yang sedang berjalan.
f. Amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada semua penonton.
Ciri-Ciri Teks Drama

Teks drama yang baik selalu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Semua kisah dalam drama harus berbentuk obrolan dan mempunyai narasi, baik bagi para tokoh ataupun naratornya. Semua ucapan mutlak ditulis dalam bentuk teks.
b. Obrolan yang ditulis dalam drama tidak menggunakan tanda petik. Karena bukan merupakan kalimat langsung.
c. Naskah drama harus dibekali dengan petunjuk kepada tokoh/pemeran yang bersangkutan. Petunjuk ini biasa ditulis dalam tanda kurung atau menggunakan format aksara yang berbeda.
d. Naskah petunjuk dalam drama ditulis di atas atau di samping dialog.
Contoh Teks Drama Eksposisi

Eksposisi yaitu kepingan awal dari sebuah naskah drama yang memberikan ruang, waktu, karakter, suasana hati, dan tingkat kenyataan drama tersebut. Ada beberapa pola yang harus diperhatikan ketika menulis kepingan eksposisi dalam drama, diantaranya adalah:
a. Awal sebuah drama berisi informasi/setting yang erat kaitannya dengan informasi latar belakang alur kisah drama tersebut. Eksposisi dipakai untuk mengawali adegan.
b. Kegunaan eksposisi yaitu untuk memulai kisah drama.
c. Eksposisi berisi insiden yang menggugah pada pertanyaan-pertanyaan dramatik ataupun benang merah kisah drama tersebut.
Contoh Teks Drama Monolog

Drama monolog yaitu pertunjukan teater yang hanya dimainkan oleh 1 orang saja ataupun obrolan sanggup ketika adegan. Drama monolog ini biasanya dimainkan dalam pertunjukan teater atau seni. Teks drama monolog dibentuk sebagai bekal bagi sang aktornya untuk membawakan tugas dan mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Berikut ini terdapat sebuah pola teks drama monolog ihwal anekdot (kelucuan):
Salah Siapa?
Pagi sekali sebelum mentari terbit, saya sudah hingga sekolah. Tapi gembok masih mengunci pintu kelas. Akhirnya saya hanya duduk-duduk di depan kelas menyerupai anjing penjaga. Ya Alloh, kalau menyerupai ini salah siapa? Niat hati ingin tiba pagi, tapi masih juga terlambat. Eh, sudah menduga belum bel, tapi kesudahannya diberhentikan penjaga gerbang juga. Disuruh belok kanan.
Jadinya setiap pagi harus kena eksekusi dulu mencuci mukena, shalat duha, sekalian mengaji. Katanya, biar yang suka telat ini dibukakan mata hati. Esoknya, saya tiba pagi-pagi sambil bawa sabun colek. Untuk berjaga-aga siapa tahu ada yang telat. Kaprikornus akan kuberikan sabun colek ini untuk mereka. Akhir-akhir ini saya suka berangkat pagi, biar sabun colekku bermanfaat bagi orang lain.
Contoh Teks Drama Modern

Drama modern atau kontemporer yaitu jenis pertunjukan yang memberikan citra kehidupan ketika ini dengan aneka macam duduk masalah yang muncul. Ada banyak sekali tema drama modern yang sanggup dipentaskan baik di TV ataupun pertunjukan seni. Berikut ini salah satu pola naskah teks drama modern dengan tema komedi ringan.
Penjelasan Karakter
Roy: Pintar, cerdik, pandai berkilah, dan pembohong berat.
Pak Asep: Guru yang tegas dan emosional
Rena: Suka ingin tau dan cerewet
Zainal: Tidak terlalu pandai dan menonjol di sekolah.
Ririn: Pintar, rajin, baik hati
Dialog
Di sebuah kelas SMA, hiduplah 4orang siswa yang sedang bahagia. Namun kondisi berubah ketika mereka mendapat kabar bahwa besok akan ujian.
Rena : Eh kalian udah belaja buat ulangan besok?
Roy : Belum
Zainal: Astaga, Innalillahi.
Rena : Apa? Kalau nilai ulangannnya buruk sanggup dihukum.
Zainal: Paling-paling hukumannya juga cuma lari keliling lapangan bola 10 kali doang.
Rena : Bukan! Kali ini hukumannya serem, harus ikut pelajaran pemanis setiap pulang sekolah. Kamu sudah berguru Rin? (Melirik ke arah Ririn).
Ririn : Sudah dong, Ririn (sambil menunjuk-nunjuk gembira ke dirinya sendiri).
Singkat cerita, kemudian mereka bertaruh. Siapa yang nilai ujiannya paling besar, maka akan dianggap menang dan sanggup memerintah orang yang kalah. Ririn berusaha keras untuk belajar, sedangkan Roy berjuang keras untuk menciptakan contekan di kertas kecil.
(Saat Ujian)
Pak Asep : Baik anak-anak, silahkan buka lembar soalnya sekarang!
Ririn : Bismillah.
Roy : Soal ini kan praktis sekali. Kalau gini kan gak akan ketahuan. (Sambil menempelkan kertas contekan di pungguh Pak Asep).
Pak Asep : Bapak keluar dulu, ingat jangan nyontek atau bertanya pada temannya ya. Dan satu lagi, jangan ribut. (keluar kelas).
Roy : Rencana B dimulai (menyilangkan kaki dan melihat kertas contekan di atas sepatunya).
Roy : Ah, bukan yang ini (bingung)
Roy : Ah yang ini nih! (sambil mengeluarkan kertas contekan dari dasi).
Roy : Selesai (sambil merebahkan diri di kursi, tersenyum puas sambil melirik teman-temannya yang lain belum selesai mengerjakan).
Akhirnya ulangan selesai, dan Pak Asep membagikan kertas hasil ujian kepada semua siswanya.
Pak Asep : Ini hasil ujian kalian (sambil membagikan kertas).
Ririn : Hore! Nilaiku 85 (tersenyum puas.
Zainal : Hahahaha, saya sanggup 65. Lumayan ujian kemarin cuma 60.
Roy : Lhah Pak, kok nilai ujian saya cuma 50?
Pak Asep : Sebab soal nomor 11-20 di balik kertas gak kau isi.
Roy : Apa? Masih ada soal lagi?
Ririn : Hahahaha, kau kalah Roy! Dengan ini saya perintahkan kau gak nyontek lagi waktu ujian! (sambil menunjuk-nunjuk Roy dengan tertawa lepas).
Pak Asep : Apa? Kaprikornus kau kemarin nyontek? Oke, kalau begitu nilai kau saya kurangi 5 poin lagi!
Roy : Aduuuh, apes benar saya ini (mengucek-ngucek rambut)
Akhirnya, Roy menyadari kesalahannya dan berjuang keras untuk belajar. Dia tidak pernah menyontek ketika ujian lagi.
Contoh Teks Drama Singkat 4 Orang

Judul: Pilihan Anak
Tokoh: Ayah, Ibu, Nenek, Ari
Sinopsis
Ari sudah memasuki kelas 3 Sekolah Menengan Atas dan sebentar lagi akan melanjutkan kuliah. Suatu sore, Ari berbincang-bincang dengan ayah, ibu, dan neneknya di ruang tamu. Mereka menanyakan keputusan Ari untuk menentukan jurusan kuliah. Baik sang ayah dan ibu Ari ternyata mempunyai pilihan jurusan masing-masing dan tak mau memperhatikan harapan Ari pribadi.
Dialog
Ayah : Jadi, sudah kau pikirkan masak-masak kau mau melanjutkan kuliah di jurusan apa?
Ari : Sudah yah.
Ibu : Jadi, kau mau kuliah jurusan apa nak? (datang ke ruang tamu sambil menghidangkan teh untuk ayah dan nenek Ari).
Ari : Ari inginnya kuliah jurusan seni.
Ayah : Apa? Kamu ingin kuliah seni? Mau jadi apa nanti kau sehabis lulus kuliah?
Ibu : Iya, kau mau kerja apa sehabis lulus nanti? Kuliah itu jangan cuma cari senangnya saja. Perhatikan juga masa depan kau nantinya.
Nenek : Kenapa kok Ari ingin kuliah jurusan seni?
Ari : Ari ingin mengembangkan talenta Ari jadi pelukis nek.
Ibu : Itu kan sanggup kau lakukan tanpa harus kuliah. Kamu sanggup sering melukis sambil kuliah jurusan yang lain (menampakkkan wajah kesal).
Ayah : Benar kata ibu kamu. Dengarkan itu Ari! Ayah tak mau membiayai kuliah kau jikalau kau menentukan jurusan seni. Ayah maunya kau kuliah jurusan ekonomi.
Ari : Tapi yah?
Ibu : (memotong kata-kata Ari) Sudah, Ibu juga maunya kau nanti sehabis kuliah sanggup bekerja di kantor. Lihat kini ini, mana ada pelukis yang hidupnya sejahtera?
Nenek : Ayah dan Ibu kau memang ada benarnya Ari. Pikirkan lagi masak-masak. Jangan hingga kau menyesal. Soal bakat, kau sanggup mengasahnya di luar jurusan kuliah.
Ayah : Nah, itu dia. Nanti kan kau sanggup ikut acara kampus yang bertema seni.
Ari : Baik ayah, akan Ari pikirkan lagi nanti (menunduk lesu sambil merenung).
Contoh Teks Drama Tradisional

Judul: Malin Kundang
Pemain: Malin Kundang, Mande (Ibu Malin Kundang), dan Puteri.
Prolog
Malin Kundang yaitu seorang anak yang telah usang merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Ia mengembara mengadu nasib demi mendapat kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, kesudahannya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.
Dialog
Malin : Istriku, inilah tanah kelahiranku dulu (sambil menunjuk ke arah daratan dari atas bahtera yang bersandar).
Putri : Sungguh indah sekali tanah kelahiran kau ini Kanda.
Mande : (berlari tertatih-tatih sehabis mendengar kabar bahwa anaknya sudah sukses dan pulang) Malin! Kau kah itu nak? (berteriak-teriak kegirangan).
Putri : Siapakah perempuan renta itu Kanda?
Malin : (menyembunyikan wajah terkejut ketika melihat ibunya berlari ke arah perahu) Kanda tak tahu Dinda. Mungkin itu hanya pengemis yang ingin meminta sedikit pertolongan dari kita saja. Sudah jangan pedulikan lagi dia.
Mande : Malin, ini ibumu nak. Sudah lupakah kau pada ibu yang telah mengandung dan membesarkan kau ini Malin?
Malin : Wahai perempuan tua! Jangan sekali-kali kau berani mengaku sebagai ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan perempuan renta renta sepertimu, dan ibuku sudah usang meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan hingga kau mengotori kapalku ini! (berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya).
Mande : (mendengar kata-kata anaknya, ia menangis menahan kesedihan) Ya Tuhan, kenapa pula anakku bermetamorfosis menyerupai ini? Apa salahku ini Tuhan? Jika memang ia bukan anakku, maka maafkanlah ia yang telah menghinaku ini. Namun jikalau ia benar anakku si Malin Kundang, maka hukumlah ia yang telah durhaka itu (sambil menengadahkan tangan memohon kepada Tuhan).
Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh, petir tiba menggelegar. Badai besar tiba-tiba tiba dan kapal Malin Kundang terbalik. Seketika kilat menyambar badan Malin dan istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian bermetamorfosis batu. Itulah kekuatan doa seorang ibu. Jangan hingga kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua.
Contoh Teks Drama Singkat

Judul drama: Impian Masa Depan
Pemain: Toni, Linda, Norman, Ami
Epilog
Suatu ketika, 4 orang sahabat sedang berkumpul untuk membicarakan mengenai rencana mereka di masa depan. Mereka pun terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius.
Dialog
Toni : Nanti kalau kalian contohnya dihadapkan 2 pilihan, kerja di perusahaan besar tapi gajinya kecil, atau kerja di perusahaan kecil tapi gajinya besar. Kalian lebih pilih yang mana?
Linda : Yaa kalau saya pilih yang di perusahaan kecil tapi gajinya besar.
Norman : Aku tak setuju! Lebih baik di perusahaan besar, ya walaupun gajinya kecil. Kalau kita bekerja di perusahaan besar, masa depan kita lebih terjamin pastinya.
Toni : Kalau kau bagaimana, Am?
Ami : Kalau saya sih yang penting potensi ke depannya baik. Tak apa-apa sementara honor kecil, tapi asalkan nanti ke depannya sanggup cukup menjanjikan bagiku.
Toni : Itu artinya kau menentukan bekerja di perusahaan besar daripada perusahaan kecil kan? (sambil menunjuk Ami).
Ami : Iya benar!
Norman : Kalau kau sendiri Ton?
Toni : Ya kalau saya kurang lebih sama lah dengan pilihan Ami. Kita kan lihat keberlanjutan nantinya di masa depan. Kalau honor kita besar, tapi tidak ada keberlanjutan jenjang karirnya, buat apa juga? (menengadahkan tangan sambil menggelengkan kepala).
Norman : Iya benar juga sih kata kamu. Paling penting itu jenjang karir masa depan nanti.
Linda : Iya tampaknya sih pilihan yang paling sempurna ya memikirkan dampak jangka panjangnya. Buat apa honor besar tapi hanya sementara. Lagi pula, perusahaan kecil juga lebih rawan gulung tikar kan?
Ami : Oke, kini kan kita sudah tahu apa dampak menentukan pekerjaan ke depannya. Kaprikornus nanti waktu kita melamar kerja sehabis lulus, kita harus pertimbangkan dulu untung ruginya buat masa depan kita.
Norman dan Toni: Siippp!
Contoh Teks Drama Satu Babak

Judul: Kepatuhan pada Orang Tua
Tema: Sosial
Pemain: Tomi, Lisa, Shinta
Sinopsis Drama
Tomi sedang berbincang dengan Lisa di sebuah restoran dekat dengan rumah mereka. Tomi dan Lisa yaitu dua orang sampaumur yang patuh pada orang tuanya masing-masing. Tak usang kemudian, datanglah Shinta yang merupakan sahabat mereka juga. Namun Shinta ini yaitu sampaumur yang tak memperhatikan dan sering membantah perintah orang tuanya.
Dialog
Shinta : Eh kenapa kok kelihatannya lagi serius banget? (berjalan menuju ke arah daerah duduk Tomi dan Lisa sambil memundurkan bangku restoran untuk bersiap duduk juga).
Tomi : Gak ada apa-apa. Cuma si Lisa kisah kalau kemarin ia disuruh ibunya beli kebutuhan rumah. Tapi ia lupa.
Lisa : Iya Shin.
Shinta : Terus? Kenapa duduk masalah gitu saja jadi kaya serius banget buat kamu?
Lisa : Ya iya lah. Kan kasian ibu sudah menunggu di rumah lama, tapi saya justru lupa beli kebutuhan rumah yang ia pesan.
Tomi : Betul itu! Harusnya kau gak sering lupa dengan perintah orang tua.
Shinta : Halah gitu aja dipikirin. Kalau cuma lupa gitu aja saya lebih sering. Gampang saja, nanti ibu kita juga sanggup beli sendiri. Suruh ngantar si ayah kau aja kan beres.
Tomi : Kok kau menyerupai itu sih Shin? Ya sudah seharusnya lah Lisa menyesal, ia kan tidak memperhatikan perintah orang tua.
Shinta : Namanya juga lupa, mau gimana lagi. Masa semua perintah orang renta harus kita ikuti? Tidak juga kan? (melirik ke arah Tomi, kemudian berganti ke arah Lisa).
Lisa : Ya harus dong Shin, kalau orang renta sudah menyuruh kita harus laksanakan. Itu kan salah satu bentuk bakti kita pada orang renta yang sudah membesarkan kita dengan susah payah.
Shinta : Ya itu kan tanggung jawab mereka. Kita juga tidak minta dilahirkan di dunia ini kan?
Lisa : (menggeleng-gelengkan kepala sambil menghela nafas panjang) Astaga Shin, kau harus merubah sikap kamu! Ingat jangan hingga jadi anak durhaka. Nanti hidup kau justru sanggup susah alasannya yaitu melawan orang tua.
Tomi : Benar! Jangan sekali-kali berani sama orang tua. Jangan sekali-kali kau berani melawan perintah mereka.
Shinta : Iya-iya. Aku ngerti kok. Aku sadar (merebahkan diri ke kursi).
Contoh Teks Drama Dua Orang

Judul: Sahabat
Pemain: Tono dan Lulu
Sinopsis
Seperti biasa, di jam istirahat sekolah, Tono dan Lulu menghabiskan waktu dengan memesan kudapan di kantin dan berbincang-bincang. Tapi siang ini ada yang berbeda dengan sikap Lulu. Dia tiba ke sekolah dengan wajah sembab menyerupai habis menangis. Tono pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
Dialog
Tono : Lu, kau tahu gak kenapa ikan hidup di air?
Lulu : Tak tahu (menunjukkan wajah cemberut).
Tono : Lho kok gitu sih? Kamu kenapa wajahnya cemberut terus gitu?
Lulu : Aku ada duduk masalah Ton (sambil memutar-mutar sedotan plastik di gelas minumnya).
Tono : Masalah apa? Cerita dong sama aku, kan kita udah usang jadi sahabat baik.
Lulu : Sudahlah, ini rumit Ton. Kamu jangan ganggu aku.
Tono : Semua duduk masalah itu rumit Lu. Sudah deh jangan suka menyimpan duduk masalah sendirian. Nantinya kau malah stres. Apa gunanya ada saya sebagai sahabat kau kalau kau mau mengembangkan kisah aja susah?
Lulu : Sudah seminggu ini orang tuaku tak akur. Mereka sering sekali ribut duduk masalah sepele (tertunduk lesu).
Tono : Memangnya ada duduk masalah apa hingga mereka bertengkar terus?
Lulu : Tak tahu, pada dasarnya mereka merasa sudah tidak cocok satu sama lain dan ingin menjauh.
Tono : Sabar ya Lu, semoga semua duduk masalah ini cepat selesai. Kamu berdoa saja semoga mereka cepat berbaikan.
Lulu : Harapannya sih gitu. Tapi tampaknya susah.
Tono : Tidak ada duduk masalah tanpa solusi. Semua duduk masalah niscaya ada jalan keluarnya, begitupun duduk masalah yang sedang kau hadapi. Meskipun ini menyangkut orang tua, niscaya ada solusi terbaik yang sanggup ditemukan. Kamu berdoa saja semoga duduk masalah ini cepat selesai. Jangan frustasi dulu.
Lulu : Makasih ya Ton. Berkat kamu, masalahku sedikit berkurang. Setidaknya saya lega alasannya yaitu sudah cerita.
Tono : Nah gitu kan enak. Sekarang coba tebak lagi, kenapa ikan hidupnya di air? (sambil menampakkan wajah lucu untuk menghibur Lulu).
Lulu : Sudah takdirnya mungkin (sambil menepuk pundak Tono dan tersenyum).
Contoh Teks Drama Epilog

Struktur sebuah teks drama terdiri dari 3 kepingan utama yaitu prolog, dialog, dan epilog. Prolog yaitu kepingan pembuka dari sebuah naskah drama yang menjelaskan sinopsis dan citra mengenai latar drama yang akan dimainkan. Dalam prolog ini dijelaskan citra cerita, hubungan antar karakter, serta tabiat dari karakter tersebut.
Dialog yaitu keseluruhan percakapan ataupun gerak yang dilakukan oleh para pemeran drama. Dialog ini disusun menurut tema, judul, dan juga jalan kisah yang telah ditentukan oleh penulis. Sedangkan penutup yaitu narasi kepingan tamat dari sebuah naskah drama. Epilog ini mengandung pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada semua penonton drama tersebut.
Contoh:
Prolog
Deni, Anis, dan Linda yaitu sahabat dekat ketika SMA. Namun mereka menentukan universitas dan jurusan kuliah yang berbeda. Deni menentukan kuliah kedokteran di Jakarta. Anis menentukan kuliah jurusan psikologi di Bandung. Sedangkan Linda menentukan kuliah jurusan teknik di Yogyakarta. Karena sibuknya kehidupan perkuliahan yang harus mereka jalani, kesudahannya mereka tak lagi menjalin komunikasi.
Bertahun-tahun mereka tak berkomunikasi. Hingga suatu saat, Anis tetapkan untuk berlibur ke Yogyakarta dan sekaligus menemui temannya Linda yang bertahun-tahun tak ada kabarnya. Mereka menghabiskan waktu bercengkerama di sebuah cafe dan tanpa sengaja bertemu dengan Deni.
Linda : Kita pesan masakan dulu ya di cafe ini. Tenang saja, masakan disini dijamin yummy banget kok.
Anis : Iya, sekalian kita numpang istirahat sebentar. Kakiku udah pegal-pegal nih keliling Malioboro seharian (sambil duduk dan memijat-mijat kakinya di bangku cafe).
Linda : (melambaikan tangan untuk memanggil pelayan cafe) Mas, tolong menunya ya!
Anis : Eh ngomong-ngomong gimana kuliah kamu? Gimana skripsi lancar kan?
Linda : Alhamdulillah lancar, kemarin sudah ujian proposal. Kalau kau sendiri?
Anis : Aku masih hingga kepingan 3, habis ini mau ujian tawaran kalau dosen sudah setuju.
(pelayan tiba membawakan buku sajian ke meja Anis dan Linda)
Deni : Silahkan kak, ini menunya.
Linda : (mengambil buku sajian sambil menoleh ke arah pelayan) Ya Alloh! Deni? Kamu kerja disini? (matanya terbelalak tak percaya).
Anis : (ikut menatap Deni dengan mata terbelalak) Ini benar Deni sahabat kita waktu Sekolah Menengan Atas kan?
Deni : Linda? Anis? Ya Alloh kesudahannya saya sanggup bertemu lagi dengan kalian (mengulurkan tangan untuk bersalaman).
Anis : Kamu kok sanggup kerja disini? Bagaimana kuliah kedokterannya?
Deni : Ceritanya panjang Nis, awalnya sih saya percaya diri udah diterima kuliah kedokteran. Tapi pas ditengah jalan, saya malah gak serius berguru dan takut sama darah. Akhirnya ya saya keluar aja dari kampus.
Linda : Oh begitu, sabar ya Den. Siapa tahu nanti kau justru jadi pengusaha.
Epilog
Akhirnya mereka pun kembali dekat dan saling aneka macam nomor kontak terbaru. Deni menyadari bahwa selama ini ia kurang sungguh-sungguh dalam berjuang mengejar mimpinya menjadi dokter. Tapi, Anis dan Linda sebagai sahabatnya tetap mendukung dan menyemangati apapun keputusan Deni. Masih banyak jalan lain menuju kesuksesan di masa depan, asalkan kita mau bersungguh-sungguh.
Contoh teks drama di atas masih sanggup dikembangkan lagi sesuai dengan kreativitas penulisnya. Semakin anggun plot dan konflik yang dihadirkan, maka teks drama akan semakin menarik.
Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih
Komentar
Posting Komentar