50 Pola Kalimat Simpleks Dan Kompleks Beserta Pengertiannya
Contoh Kalimat Simpleks dan Kompleks – Hallo sahabatnesia, mungkin dari kalian pernah mendengar ihwal kalimat simpleks dan kompleks. Apa sih yang dimaksud dengan kalimat simpleks dan kalimat kompleks ? Ada yang tau enggak ?
Bagi yang tidak tau, jangan khawatir yah. Karena disini kita akan membahas lengkap mengenai pengertian, jenis, ciri-ciri, dan pola kalimat simpleks dan kompleks.
Berikut yakni pembahasan lengkap ihwal kalimat simpleks dan kalimat kompleks :
Daftar Isi Artikel
Pengertian Kalimat Simpleks
Apa sih pengertian kalimat simpleks ? Kalimat simpleks merupakan kalimat yang hanya terdiri dari satu verba utama. Ini dikarenakan kalimat simpleks hanya memiliki satu peristiwa, aksi, atau tindakan.
Kalimat simpleks biasanya berpola S-P , S-P-O , S-P-O-K , S-P-O-K-Pel.
Contoh :
- Arya membaca novel di ruang tamu (S-P-O-K)
- Enggar menyapu rumah (S-P-O)
Ciri – Ciri Kalimat Simpleks
Seperti semua kalimat pada umumnya. Kalimat simpleks juga memiliki ciri-ciri. Apa saja ciri-cirinya ? Berikut yakni pembahasannya :
- Struktur kalimatnya sangat sederhana.
- Kalimat simpleks tidak memakai kata penghubung.
- Merupakan kalimat tunggal.
Baca juga artikel : 50 Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, Interogatif Terlengkap !
Contoh Kalimat Simpleks
Berikut yakni pola kalimat simpleks :
- Shafira bermain balu tangkis (S-P-O)
- Arya terjatuh dari pohon rambutan (S-P-O)
- Beruang itu terjepit di pintu sangkar (S-P-K)
- Harimau itu menerkam mangsanya dengan lahap (S-P-O-K)
- Supir itu menabrak pohon alasannya yakni rem blong (S-P-O-K)
- Pemanah itu memanah mati buruannya (S-P-O)
- Pelukis itu menjual lukisannya kepada orang kaya (S-P-O-K)
- Guru mengajari muridnya membaca (S-P-O-K)
- Semut itu memakan gula yang acak-acakan (S-P-O-K)
- Artis itu memyanyikan lagu Indonesia Raya (S-P-O)
- Pencuru itu ditembak kakinya oleh polisi.
- Penjahat itu terjebak di jalan buntu.
- Supir bus itu tertabrak kereta tadi sore.
- Adik menangis di kamar.
- Ibu menyapu di halaman.
- Indah mencuci piring di dapur.
- Ibu memasak di dapur.
- Kemarin ayah menerima reward.
- Besok saya pergi ke Bali.
- Mobil itu masuk ke dalam sungai.
- Wahyu dan Icha menggambar gunung.
- Tugas ini sangat banyak.
- Aku harus menuntaskan kiprah ini.
- Arman akan berlibur ke Malaysia.
- Tilda akan mengikuti lomba lari.
- Di rumah Pak Ali, kami akan berkumpul.
- Dina membaca SMS dari Suci.
- Ibu Dihar yakni seorang guru di SMAN 2 Balikpapan.
- Ayah membelikan Adik mainan.
- Bayi itu menangis dengan sangat keras.
- Pemburu menembak buruannya dengan sempurna sasaran.
- Buku bahasa Indonesia saya di pinjam Rani.
- Kakaku menikah dengan Mas Enggar.
- Pak Deni akan membawakan saya sebuah novel.
- Aku menunggu kalian dari tadi.
- Paman dari Jakarta mebawa oleh-oleh.
- Arya menendang bola itu.
- Bola itu ditangkap oleh kiper.
- Adik tertawa di kamar.
- Saya menerima hadiah dari ayah.
Pengertian Kalimat Kompleks
Ada yang tau enggak apa itu kalimat kompleks ? kalimat kompleks merupakan kalimat yang memiliki lebih dari satu verba utama atau predikat alasannya yakni memiliki dua aksi, peristiwa, atau kejadian.
Kedua struktur tersebut biasanya sanggup dipisahkan dengan tanda koma, konjungsi, atau bahkan tidak memiliki tanda atau konjungsi sama sekali.
Contoh :
- Arya membeli kendaraan beroda empat gres alasannya yakni ia memiliki banyak uang (S-P-O-C-S-P-O)
- Shafira menyanyi di taman, burung pun bersiul dengan sangat merdu (S-P-K-S-P-K)
Ciri – Ciri Kalimat Kompleks
Berdasarkan klarifikasi diatas, sanggup disimpulkan bahwa kalimat kompleks memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Kalimat kompleks memiliki dua buah beristiwa atau lebih.
- Kedua struktur pada kalimat kompleks dipisahkan dengan tanda koma atau konjungsi (kata penghubung).
- Kalimat kompleks memiliki dua buah subjek dan predikat.
Baca juga artikel : 30 Contoh Kalimat Majemuk Beserta Penjelasannya Lengkap !
Jenis – Jenis Kalimat Kompleks
Kalimat kompleks terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Kalimat Kompleks Paratatik
Kalimat kompleks paratatik merupakan kalimat kompleks yang terdiri dari dua struktur yang memiliki makna setara atau sejajar. Conto konjungsi (kalimat penghubung) kalimat kompleks paratatik yakni “dan” , “tetapi” , “atau”, “sedangkan”.
Contoh :
- Nurlita menanam bunga mawar dan ia sangat rajin merawatnya.
- Alam akan menjadi indah bila kita rawat dan selalu kita jaga dengan baik.
- Pakailah pakaian yang kau miliki tetapi harus sopan.
- Hanya kita sebagai perjaka yang sanggup menjaga dan juga memelihara kemerdekaan.
- Semua orang panik alasannya yakni ada gunung meletus.
- Arya sudah berguru menabung sedangkan Shafira sudah pintar mencuci.
- Aku bekerja dengan ulet dan ayah selalu membantuku.
- Aji selalu semangat membantu ayahnya sedangkan adiknya selalu bermain.
- Ibu belanja di indomaret tadi pagi tetapi ibu tidak bersama ayah.
- Saya sudah berusaha dengan sangat keras, sedangkan ia hanya membisu saja.
- Arya mengajak Cidep untuk pergi ke sekolah tetapi Cidep tidak mau pergi bersamanya.
- Jangan pernah menegur atau berbicara dengan orang asing.
- Pengusaha itu pernah mengalami kegagalan, jadi ia mustahil frustasi secepat itu.
- Ayah membeli daging ayam dan daging kambing di pasar tradisional.
- Putra tidak memiliki apapun tetapi gayanya sangat sombong.
Baca juga artikel : 15 Contoh Rumusan Masalah untuk Makalah Penelitian Terlengkap !
2. Kalimat Kompleks Hipotatik
Kalimat kompleks hipotatik merupakan kalimat kompleks yang memiliki dua struktur yang maknanya bersifat tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan memakai konjungsi seperti, “karena” , “jika” , “ketika” , “sehingga”.
Contoh :
- Apabila kau menuruti nasehat orang tuamu maka hidupmu akan lebih baik.
- Jangan membuang sampah sembarangan alasannya yakni akan menjadikan banjir di ekspresi dominan hujan.
- Saya sudah pergi ke Singapura kalau memiliki cukup uang.
- Shafira tidak masuk sekolah hari ini alasannya yakni ia sedang dirawat di rumah sakit.
- Hari ini saya sangat senang alasannya yakni saya bertemu dengan orang yang saya cintai.
- Semua pedagang menaikkan harga barang dagangannya alasannya yakni harga materi bakar minyak dinaikkan oleh pemerintah.
- Saya masih ingat insiden itu ketika saya masih kuliah dulu.
- Saya sedang pergi bersama Shafira ketika paman berkunjung kerumah saya.
- Burung hantu yang aktif mencari mangsa ketika malah hari telah tiba.
- Arya tidak dirumah ketika gempa itu sedang berlangsung.
- Ibu guru pertanda pelajaran ketika murid sedang tertidur di kelas.
- Saya akan menjadi presiden ketika saya telah berumur 34 tahun.
- Polisi mengamankan bom di rumah itu jikalau polisi tidak mengamankannya niscaya bom tersebut sudah meledak.
- Fatimah ketika ini sudah bakir balig cukup akal sehingga ia sudah lebih cerdas.
- Bunga mawar harum mewangi sehingga kumbang banyak yang mendekati.
Terimakasih sudah share artikel ini 🙂
Komentar
Posting Komentar